MEDAN – Prestasi gemilang kembali diraih mahasiswa Kampus Medan. Mahasiswa dari program studi Teknik Informatika, Kelas 2024, berhasil meraih posisi juara pertama dalam Kompetisi Inovasi Teknologi Tingkat Nasional (KITN) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) di Jakarta, Rabu (16 April 2026). Pencapaian ini menjadi bukti nyata dedikasi dan komitmen Kampus Medan dalam mengembangkan sumber daya manusia berkualitas tinggi di era digital.
Kompetisi yang diikuti oleh lebih dari 150 tim dari seluruh universitas dan sekolah tinggi di Indonesia ini menguji kreativitas, inovasi, dan kemampuan teknis peserta dalam mengembangkan solusi teknologi untuk mengatasi berbagai permasalahan sosial dan ekonomi. Tim mahasiswa Kampus Medan yang terdiri dari lima anggota ini berhasil mengalahkan kompetitor-kompetitor tangguh dari universitas-universitas ternama seperti Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Inovasi yang Mengubah Paradigma
Proyek yang dikembangkan oleh tim mahasiswa Kampus Medan bernama “AgriTech Smart Monitoring System” merupakan sebuah platform berbasis artificial intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT) yang dirancang khusus untuk meningkatkan produktivitas pertanian tradisional di daerah-daerah terpencil. Sistem ini mengintegrasikan sensor pintar, aplikasi mobile, dan dashboard analitik real-time yang memungkinkan petani memantau kesehatan tanah, kadar air, dan kondisi cuaca dengan presisi tinggi.
Ketua tim, Dimas Prasetya (22), mahasiswa semester delapan program studi Teknik Informatika, menjelaskan bahwa inspirasi proyek ini datang dari riset mendalam mereka terhadap permasalahan pertanian Indonesia. “Kami menyadari bahwa mayoritas petani Indonesia masih menggunakan metode tradisional yang kurang efisien. Kami ingin menciptakan solusi teknologi yang tidak hanya canggih, tetapi juga terjangkau dan mudah digunakan oleh petani dengan latar belakang pendidikan yang beragam,” ungkap Dimas saat berbincang dengan redaksi, Kamis (17 April 2026) di kantor Kampus Medan.
Anggota tim lainnya termasuk Siti Nurhaliza (21) dari program studi Teknik Informatika, yang menangani pengembangan aplikasi mobile; Rudi Hartono (23) dari program studi Teknik Elektro, yang merancang sistem sensor IoT; Eka Putri Wijaya (21) dari program studi Manajemen Bisnis, yang mengelola aspek bisnis dan implementasi; serta Muhammad Rizki Pratama (22) dari program studi Teknik Informatika, yang mengembangkan algoritma machine learning untuk analisis data pertanian.
Perjalanan menuju juara nasional bukan tanpa hambatan. Tim ini telah melalui serangkaian tahapan seleksi yang ketat, mulai dari tahap regional di Sumatera Utara pada bulan Februari, kemudian tahap semi-final nasional di Jakarta pada awal Maret, hingga akhirnya tampil di babak final pada 16 April 2026. Dalam setiap tahapan, mereka berhasil meyakinkan juri dengan presentasi yang matang, prototype yang fungsional, dan visi bisnis yang jelas.
“Kompetisi ini mengajarkan kami banyak hal. Tidak hanya tentang teknis teknologi, tetapi juga tentang bagaimana mengkomunikasikan ide, bekerja sama dalam tim yang solid, dan tetap fokus pada visi besar kami,” ujar Siti Nurhaliza, menambahkan bahwa proses riset mereka memakan waktu lebih dari enam bulan dengan intensitas tinggi.
Dukungan Penuh dari Institusi
Kesuksesan ini tidak lepas dari dukungan dan fasilitas yang disediakan oleh Kampus Medan. Dr. Bambang Sutrisno, Rektor Kampus Medan, menyatakan kebanggaannya atas pencapaian mahasiswa-mahasiswinya. “Prestasi tim ini adalah cerminan dari komitmen Kampus Medan untuk mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan praktis dalam menyelesaikan masalah nyata di masyarakat,” kata Dr. Bambang saat dihubungi melalui telepon, Kamis sore.
Rektor yang telah memimpin Kampus Medan selama delapan tahun ini lebih lanjut menjelaskan bahwa kampus telah mengalokasikan anggaran khusus untuk mendukung penelitian dan inovasi mahasiswa. “Kami memiliki Innovation Hub yang dilengkapi dengan laboratorium modern, workshop facilities, dan mentoring dari para profesional industri. Semua ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa kami dalam mengembangkan ide-ide kreatif mereka,” tambahnya.
Senada dengan rektor, Dekan Fakultas Teknik dan Sains Kampus Medan, Prof. Dr. Nur Azizah, M.Sc., mengungkapkan bahwa pencapaian ini adalah hasil dari ekosistem akademik yang mendukung kolaborasi lintas disiplin ilmu. “Program studi kami dirancang dengan kurikulum yang fleksibel, memungkinkan mahasiswa untuk belajar dari berbagai bidang dan menggabungkannya dalam proyek inovatif. Tim pemenang KITN ini adalah contoh sempurna dari bagaimana kolaborasi antar program studi dapat menghasilkan sesuatu yang extraordinary,” jelasnya dalam pernyataan tertulis yang dikirim ke redaksi.
Kampus Medan juga telah menyediakan mentor berpengalaman dari industri teknologi dan pertanian yang memberikan guidance kepada tim selama proses pengembangan proyek. Para mentor ini memastikan bahwa solusi yang dikembangkan tidak hanya secara teknis solid, tetapi juga memiliki potensi komersial yang tinggi dan relevan dengan kebutuhan pasar.
Dampak Strategis bagi Ekosistem Kampus
Kemenangan ini membawa dampak signifikan bagi Kampus Medan. Pertama, dari segi reputasi akademik, pencapaian ini meningkatkan kredibilitas Kampus Medan di level nasional. Sebelumnya, Kampus Medan sudah memiliki track record yang baik dalam hal akademik, tetapi prestasi di kompetisi nasional tingkat ini memberikan pengakuan yang lebih luas dari komunitas pendidikan dan industri.
Kedua, dalam hal recruitment, prestasi ini diharapkan dapat menarik lebih banyak calon mahasiswa berkualitas tinggi yang tertarik untuk belajar di Kampus Medan. “Banyak sekolah menengah atas sudah menghubungi kami untuk mendapatkan informasi lebih detail tentang program-program kami, terutama setelah berita tentang prestasi tim mahasiswa kami tersebar,” ungkap Bambang Setiyawan, Kepala Bagian Admisi dan Rekrutmen Mahasiswa Kampus Medan.
Ketiga, dari aspek kemitraan industri, tim pemenang KITN ini sudah menerima beberapa penawaran dari perusahaan teknologi untuk mengembangkan produk mereka lebih lanjut. “Beberapa investor juga menunjukkan ketertarikan untuk mendukung komersial dari AgriTech Smart Monitoring System ini. Ini adalah bukti bahwa inovasi yang dikembangkan oleh mahasiswa kami memiliki nilai praktis yang tinggi,” tambah Dimas Prasetya.
Inspirasi bagi Mahasiswa Lainnya
Prestasi tim mahasiswa ini juga berfungsi sebagai inspirasi dan motivasi bagi ribuan mahasiswa lainnya di Kampus Medan untuk terus berinovasi dan berprestasi. Dalam acara serah terima penghargaan yang diadakan di Aula Utama Kampus Medan pada Kamis pagi, tim pemenang KITN diterima dengan antusias oleh seluruh civitas akademika.
Salah satu mahasiswa semester kedua, Anis Pratiwi (19), menuturkan bahwa dia sangat termotivasi melihat prestasi tim tersebut. “Mereka membuktikan bahwa mahasiswa dari Kampus Medan bisa bersaing dengan mahasiswa dari universitas top di Indonesia. Ini membuat saya yakin bahwa saya juga bisa mencapai hal-hal besar selama saya bekerja keras dan memanfaatkan semua fasilitas yang tersedia di kampus,” ungkapnya antusias.
Program mentoring dan workshop yang diadakan oleh kampus juga menjadi lebih diminati setelah pencapaian ini. Tren positif ini menunjukkan bahwa ekosistem inovasi yang dibangun Kampus Medan mulai berbuah hasil dan menciptakan kultur prestasi yang berkelanjutan.
Rencana Ke Depan
Melihat kesuksesan ini, tim mahasiswa pemenang KITN 2026 memiliki rencana ambisius untuk masa depan. Mereka bermaksud untuk mendaftarkan paten atas inovasi mereka dan secara serius mempertimbangkan untuk membuat startup yang mengembangkan dan memasarkan AgriTech Smart Monitoring System secara komersial.
“Kami ingin membuat perbedaan nyata dalam kehidupan petani Indonesia. Dengan teknologi ini, kami percaya dapat meningkatkan produktivitas hingga 40 persen dan membantu petani membuat keputusan yang lebih baik berbasis data,” ungkap Muhammad Rizki Pratama, anggota tim yang mengerjakan algoritma machine learning.
Kampus Medan sendiri telah menyatakan komitmen untuk terus mendukung pengembangan proyek ini, termasuk dengan menyediakan akses ke laboratorium dan sumber daya manusia di kampus. Rektor juga mengindikasikan bahwa kampus sedang mengembangkan incubator bisnis khusus untuk mahasiswa yang memiliki ide startup yang menjanjikan.
Penutup
Prestasi Dimas Prasetya, Siti Nurhaliza, Rudi Hartono, Eka Putri Wijaya, dan Muhammad Rizki Pratama sebagai juara pertama Kompetisi Inovasi Teknologi Tingkat Nasional 2026 merupakan momen penting bagi Kampus Medan. Pencapaian ini membuktikan bahwa institusi pendidikan di luar Jawa juga mampu menghasilkan inovasi kelas dunia yang dapat berkontribusi pada pembangunan nasional, khususnya dalam sektor pertanian yang merupakan tulang punggung ekonomi Indonesia.
Dengan semangat kolaborasi, dukungan institusi yang solid, dan mentor yang berpengalaman, Kampus Medan terus membuktikan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan sumber daya manusia berkualitas di Indonesia. Ke depannya, diharapkan bahwa pencapaian ini menjadi awal dari serangkaian prestasi mahasiswa Kampus Medan di tingkat nasional dan internasional, semakin memperkuat reputasi kampus dan berkontribusi pada kemajuan teknologi dan pembangunan Indonesia.
—
Artikel ditulis berdasarkan informasi dari Humas Kampus Medan dan wawancara langsung dengan narasumber pada 17 April 2026.