Pemerintah akhirnya menetapkan skema belajar dan libur sekolah selama Ramadan 2026 yang berlaku secara nasional—artinya, sekolah-sekolah di Medan juga mengikuti ketentuan yang sama. Pengaturan ini disusun melalui konsolidasi lintas kementerian dan bertujuan bukan hanya menjaga ritme akademik, tetapi juga memberi ruang bagi penguatan pendidikan karakter, ibadah, dan aktivitas sosial selama bulan suci.
Kabar ini penting dicatat sejak sekarang karena jadwalnya cukup berbeda dari hari sekolah biasa: ada masa “pembelajaran di luar satuan pendidikan” (yang oleh banyak orang tua dipahami sebagai libur awal Ramadan), dilanjutkan pembelajaran tatap muka, lalu libur Lebaran yang panjang hingga mendekati dua pekan (termasuk akhir pekan).
Rincian jadwal resmi: kapan libur dan kapan masuk?
Mengacu pada informasi yang dipublikasikan Kemenko PMK (sebagaimana diberitakan), rangkaian kegiatan belajar dan libur sekolah selama Ramadan 2026 adalah sebagai berikut:
- 18–20 Februari 2026: Libur awal Ramadan dengan skema pembelajaran di luar satuan pendidikan.
- 23 Februari–13 Maret 2026: Pembelajaran tatap muka kembali berlangsung di sekolah.
- 16–27 Maret 2026: Libur Lebaran/libur pasca-Ramadan (jika dihitung dengan akhir pekan, totalnya bisa mendekati dua minggu).
- Masuk sekolah kembali:
- 28 Maret 2026 untuk sekolah dengan sistem 6 hari, dan
- 30 Maret 2026 untuk sekolah dengan sistem 5 hari.
Perlu dicatat, pemberitaan juga menyebut surat edaran resmi yang ditandatangani kementerian terkait akan segera terbit untuk merinci teknis pelaksanaan di sekolah/madrasah. Jadi, rincian aktivitas per jenjang (SD/SMP/SMA/SMK) bisa saja memiliki penyesuaian detail, tetapi kerangka tanggal utama di atas menjadi acuan nasionalnya.
“Pembelajaran di luar satuan pendidikan” itu maksudnya apa?
Istilah ini terdengar formal, tetapi intinya: selama 18–20 Februari 2026, siswa tidak menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah, dan diarahkan mengikuti pembelajaran Ramadan melalui kegiatan yang bermakna di lingkungan keluarga/masyarakat. Contohnya bisa berupa kegiatan keagamaan, pembiasaan ibadah, aktivitas sosial yang positif, atau program yang disusun sekolah untuk dilakukan dari rumah/lingkungan sekitar.
Bagi banyak keluarga di Medan, tiga hari ini biasanya menjadi masa adaptasi: anak mulai menyesuaikan pola tidur-bangun, latihan puasa (terutama untuk siswa SD), serta menata rutinitas belajar agar tetap jalan tanpa tekanan jadwal sekolah yang padat. Dalam praktiknya, sekolah bisa memberi panduan aktivitas harian—misalnya jurnal ibadah, rangkuman kajian singkat, atau tugas ringan yang sifatnya reflektif, bukan mengejar target materi.
Dampaknya untuk sekolah dan orang tua di Medan
Karena berlaku nasional, sekolah negeri maupun swasta di Medan akan mengacu pada rangka ini. Yang paling terasa biasanya ada di tiga hal:
1) Ritme belajar berubah, bukan sekadar “libur.”
Masa awal Ramadan (18–20 Februari) bukan semata libur tanpa arah. Orang tua berperan besar untuk memastikan anak tetap punya rutinitas positif. Kuncinya bukan memperbanyak tugas, melainkan membuat jadwal harian yang realistis: tidur cukup, sahur tepat, belajar ringan setelah Subuh atau setelah Zuhur, lalu istirahat.
2) Jadwal tatap muka lebih ringkas—perlu strategi.
Periode 23 Februari–13 Maret 2026 menjadi fase sekolah “menjaga tempo”: guru biasanya menyeimbangkan materi pelajaran dan kegiatan Ramadan (misalnya pesantren kilat, tadarus, pembinaan rohani). Pemerintah sendiri mendorong kegiatan penguatan nilai keagamaan dan karakter selama Ramadan, termasuk kebiasaan positif dan kepedulian sosial.
3) Libur Lebaran panjang: logistik keluarga dan mudik.
Rentang 16–27 Maret 2026 memberi ruang keluarga untuk Lebaran, silaturahmi, dan perjalanan. Untuk warga Medan yang mudik ke luar kota/kabupaten di Sumut atau ke provinsi lain, jadwal ini membantu menyusun rencana transportasi lebih awal (tiket, cuti orang tua, dan pengaturan rumah).
Tips praktis agar Ramadan 2026 tetap produktif untuk siswa
Agar “libur” tidak berubah menjadi waktu kosong yang bikin anak sulit kembali ke rutinitas sekolah, berikut beberapa langkah yang bisa dicoba orang tua dan siswa di Medan:
Buat jadwal harian sederhana (bukan ketat).
Cukup 4 blok: ibadah, belajar ringan, aktivitas fisik ringan, dan waktu keluarga. Anak SD biasanya cocok belajar 30–45 menit per sesi; SMP/SMA bisa 60–90 menit dengan jeda.
Pisahkan target “akademik” dan “karakter.”
Akademik: merapikan catatan, latihan soal singkat, membaca 10–15 halaman buku.
Karakter: tantangan tanpa gawai 1 jam, membantu orang tua menyiapkan buka puasa, atau sedekah kecil yang konsisten. Pendekatan seperti ini sejalan dengan arah pembelajaran Ramadan yang menekankan nilai keagamaan dan kebiasaan positif.
Siapkan minggu pertama masuk (23 Februari) seperti “start baru.”
Hari pertama masuk setelah 3 hari pembelajaran di luar sekolah sering terasa berat. Malam sebelumnya, rapikan perlengkapan, atur jam tidur, dan rencanakan bekal yang ringan.
Antisipasi libur panjang Lebaran (16–27 Maret).
Jika ada perjalanan keluarga, ajak anak menutup tugas/tanggung jawab sebelum berangkat. Untuk siswa kelas akhir (misalnya kelas 6/9/12), libur panjang kadang membuat belajar “putus”; siapkan rencana belajar yang fleksibel (misalnya 3 kali seminggu 45 menit) agar tetap terjaga.
Penutup
Dengan jadwal yang sudah ditetapkan—3 hari pembelajaran di luar satuan pendidikan pada 18–20 Februari 2026, tatap muka 23 Februari–13 Maret 2026, dan libur Lebaran 16–27 Maret 2026—sekolah di Medan punya kerangka yang jelas untuk mengatur kegiatan Ramadan tanpa mengorbankan kualitas belajar.
Hi, this is a comment.
To get started with moderating, editing, and deleting comments, please visit the Comments screen in the dashboard.
Commenter avatars come from Gravatar.
Heⅼlo matеs, hoᴡ is everything, and what you desire
to say concerning this post, in mү view itѕ аctually awesome in support
of me.
My blog p᧐st fintechbase
Hello there! My name is john I am a 20 many years previous pupil.
I love to examine. I dont have lots of time.
It is why I realized how to read better and faster, I Think that should you
study lots of books and megazines youve to find out the ability of
speed reading. Just so that you can read far better and quicker.
anyway, I hope you will proceed to sustain this
site. this is a excellent location and Im sure Ill be back again within the close long
term again.
At this time I am going away to do my breakfast, after having my breakfast coming again to read additional news.
Look at my web site: cumidarat69 (cumidarat69.icu)
Hello to every one, it’s in fact a nice for me to visit this web site, it contains
precious Information.
Thank үou for the post on your bloց. Do you provide an RSS feed?
my Ƅlog … Multilingual information center
Hi, i think that i saw you visited my weblog thus i came to
“return the favor”.I am trying to find things to improve my web site!I suppose its ok to use some of your ideas!!
I really like what you guys tend to be up too. This
type of clever work and reporting! Keep up the awesome works guys I’ve incorporated you
guys to blogroll.
I must say, as significantly as I enjoyed reading what you had to say, I couldnt help but lose interest after a while.
Its as if you had a excellent grasp on the topic matter, but you forgot to include your readers.
Perhaps you should think about this from additional than 1 angle.
Or maybe you shouldnt generalise so substantially.
Its better if you think about what others may have to say instead of just heading for a gut
reaction to the topic. Think about adjusting your own thought
process and giving others who may read this the benefit of the
doubt.
I’m now not certain the place you are getting your information, but good topic.
I needs to spend a while learning much more or understanding more.
Thank you for great info I was looking for this info for my mission.