MEDAN – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kampus Medan resmi meluncurkan program inisiatif terbaru bertajuk “Mahasiswa Bergerak” pada Jumat, 19 April 2026. Program ambisius ini dirancang untuk memberdayakan mahasiswa dalam mengembangkan keterampilan ekonomi digital sambil memberikan dampak positif bagi usaha kecil dan menengah (UMKM) di kawasan Medan dan sekitarnya.
Peluncuran program diselenggarakan di Gedung Serbaguna Kampus Medan dengan menghadirkan lebih dari 400 peserta yang terdiri dari mahasiswa, pengusaha lokal, dan perwakilan dari berbagai organisasi kemahasiswaan. Acara yang berlangsung selama tiga jam ini menampilkan berbagai sesi workshop, diskusi panel, dan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) dengan sejumlah mitra strategis.
Menurut ketentuan program, “Mahasiswa Bergerak” akan fokus pada tiga pilar utama: pelatihan digital marketing, manajemen bisnis online, dan pengembangan platform e-commerce khusus untuk UMKM lokal. Diperkirakan, program ini akan melibatkan setidaknya 500 mahasiswa sebagai fasilitator dan 200 UMKM sebagai mitra bisnis dalam tahun pertama implementasinya.
Konsep dan Tujuan Program
Program “Mahasiswa Bergerak” lahir dari observasi mendalam yang dilakukan oleh tim BEM Kampus Medan selama enam bulan terakhir. Melalui riset lapangan, para pengurus BEM menemukan bahwa masih banyak UMKM tradisional di Medan yang belum memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam memasarkan produk mereka.
“Kami melihat potensi besar yang belum tergali di kawasan Medan. Banyak UMKM berkualitas tinggi yang produknya luar biasa, tetapi mereka kesulitan menjangkau pasar yang lebih luas karena keterbatasan pengetahuan tentang digital marketing,” ujar Siti Rahmawati, Ketua BEM Kampus Medan periode 2025-2026, dalam keterangan pers resmi.
Lebih lanjut, Rahmawati menjelaskan bahwa program ini dirancang dengan prinsip mutual benefit atau keuntungan bersama. Mahasiswa mendapatkan pengalaman praktis dan wawasan industri, sementara UMKM lokal dapat meningkatkan penjualan dan jangkauan pasar mereka melalui bantuan mahasiswa yang terlatih.
“Kami percaya bahwa mahasiswa memiliki kewajiban moral untuk berkontribusi bagi masyarakat. Program ‘Mahasiswa Bergerak’ adalah wujud komitmen kami terhadap pembangunan ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan,” tambahnya dengan penuh antusiasme.
Struktur dan Mekanisme Implementasi
Mekanisme program dirancang dengan sangat terstruktur dan mudah diakses. Mahasiswa yang tertarik dapat mendaftar melalui portal online yang telah disediakan oleh BEM, kemudian akan mengikuti serangkaian pelatihan gratis selama delapan minggu. Kurikulum pelatihan mencakup dasar-dasar digital marketing, optimasi media sosial, copywriting untuk e-commerce, analitik penjualan online, dan customer relationship management (CRM).
Setelah menyelesaikan pelatihan, mahasiswa akan dipasangkan dengan UMKM lokal sesuai dengan keahlian dan minat mereka. Setiap mahasiswa akan bekerja sebagai digital consultant untuk membantu UMKM merancang strategi pemasaran digital, mengelola toko online, dan mengoptimalkan kehadiran digital mereka.
“Dalam fase pertama, kami fokus pada pelatihan intensif. Kami mengundang praktisi dan profesional dari industri digital untuk berbagi pengetahuan mereka kepada mahasiswa. Ini bukan sekedar teori, tetapi pembelajaran praktis yang langsung bisa diaplikasikan,” jelas Muhammad Reza Ananda, Wakil Ketua BEM bagian Pengembangan Sumber Daya Manusia, yang turut hadir dalam peluncuran program.
Selain pelatihan, BEM juga menyediakan platform digital khusus bernama “Medan Berkembang” yang akan menjadi marketplace terpadu untuk UMKM lokal. Platform ini akan diluncurkan secara bertahap, dengan target go-live pada pertengahan Mei 2026. Fitur-fitur unggulan platform mencakup sistem pembayaran terintegrasi, logistik yang terkoordinasi, dan analytics dashboard untuk tracking performa penjualan.
Dukungan Institusional dan Kemitraan Strategis
Kesuksesan program ini tidak lepas dari dukungan penuh dari pihak kampus. Rektor Kampus Medan, Prof. Dr. Suryanto, M.Sc., memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif yang diambil oleh BEM dan organisasi mahasiswa lainnya.
“Saya sangat bangga melihat mahasiswa kami memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Program ‘Mahasiswa Bergerak’ sejalan dengan visi Kampus Medan untuk menjadi institusi pendidikan yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kampus siap memberikan dukungan penuh, mulai dari fasilitas, pendanaan, hingga networking dengan stakeholder eksternal,” kata Prof. Suryanto dalam sambutannya di acara peluncuran.
Program ini juga telah mendapatkan dukungan dari sejumlah mitra strategis. Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, misalnya, telah menjalin kerjasama untuk memberikan akses bagi mahasiswa dan UMKM untuk mengikuti berbagai pelatihan dan sertifikasi resmi. Sementara itu, beberapa perusahaan teknologi terkemuka seperti platform e-commerce lokal dan penyedia layanan digital telah menandatangani MoU untuk memberikan diskon khusus bagi peserta program.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Medan, Budi Hartono, turut mengapresiasi inisiatif ini: “Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pemberdayaan UMKM adalah langkah yang sangat strategis. Kami melihat bahwa program ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kontribusi UMKM terhadap ekonomi lokal Medan.”
Testimoni dari UMKM Peserta
Dalam acara peluncuran, beberapa UMKM yang telah mendaftar sebagai peserta program berbagi pengalaman dan harapan mereka. Sinta Wijaya, pemilik usaha kerajinan batik tradisional “Batik Medan Heritage”, menceritakan tantangan yang selama ini dihadapinya dalam memasarkan produk.
“Produk kami berkualitas tinggi, namun kami kesulitan menjangkau pasar di luar Medan. Anak muda yang menaruh minat pada batik semakin sedikit. Dengan program ini, saya berharap dapat memasarkan produk kepada generasi muda melalui platform digital. Saya juga berharap mahasiswa yang akan membantu kami dapat memberikan ide-ide segar tentang bagaimana membuat batik lebih relevan dengan tren modern,” ujar Sinta dengan harapan yang kuat.
Sementara itu, Hendra Kusuma, pengusaha kuliner yang menjalankan usaha kopi specialty “Kopi Medan Asli”, menyampaikan bahwa ia memerlukan bantuan dalam membangun brand awareness dan online community untuk produknya.
“Kami memiliki produk berkualitas, tetapi strategi pemasaran kami masih tradisional. Tim muda dari kampus ini diharapkan dapat membantu kami berpikir out of the box dan menjangkau konsumen yang lebih luas, terutama generasi milenial dan gen-Z yang lebih aktif di media sosial,” kata Hendra penuh optimisme.
Dampak yang Diharapkan
Secara makro, program “Mahasiswa Bergerak” diproyeksikan akan memberikan dampak signifikan bagi ekosistem ekonomi lokal Medan. Dalam proyeksi konservatif, program ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan UMKM peserta hingga 30-50% dalam tahun pertama implementasi. Selain itu, diperkirakan dapat menciptakan setidaknya 100 lapangan kerja baru di sektor digital dan e-commerce.
Dari sisi mahasiswa, program ini juga memberikan kesempatan emas untuk mengembangkan skills yang relevan dengan industri. Mahasiswa akan mendapatkan portfolio praktis yang sangat berharga ketika memasuki pasar kerja. Selain itu, mahasiswa juga memiliki peluang untuk mendapatkan sertifikat yang diakui industri sebagai bukti kompetensi mereka.
“Kami juga melihat potensi untuk mengubah beberapa mahasiswa menjadi entrepreneur sosial. Jika ada mahasiswa yang menemukan passion dalam membantu UMKM berkembang, mereka bisa melanjutkan ini menjadi usaha konsultasi bisnis digital mereka sendiri. Ini adalah win-win situation untuk semua pihak,” tambah Siti Rahmawati.
Tantangan dan Perencanaan Kedepan
Meskipun antusiasme tinggi, BEM juga menyadari berbagai tantangan yang mungkin dihadapi. Salah satunya adalah konsistensi dan komitmen jangka panjang dari semua pihak yang terlibat. Untuk mengatasinya, BEM telah menyiapkan sistem monitoring dan evaluasi yang ketat untuk memastikan setiap tahap berjalan sesuai rencana.
“Kami juga akan melakukan focus group discussion secara berkala dengan mahasiswa dan UMKM peserta untuk mendapatkan feedback dan melakukan penyesuaian jika diperlukan. Program yang responsif terhadap masukan adalah program yang akan berhasil,” jelas Muhammad Reza Ananda.
Selain itu, BEM juga merencanakan untuk memperluas program ini ke kampus lain dan kota-kota lain di sekitar Medan dalam fase kedua, dengan target implementasi pada tahun 2027. Hal ini menunjukkan ambisi BEM untuk menciptakan gerakan perubahan yang lebih luas.
Penutup
Program “Mahasiswa Bergerak” yang diluncurkan oleh BEM Kampus Medan pada 19 April 2026 ini merupakan bukti nyata bahwa mahasiswa Indonesia memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi lokal. Dengan menggabungkan semangat entrepreneurship, kepedulian sosial, dan penguasaan teknologi digital, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang signifikan bagi komunitas mereka.
Dalam perjalanan program ini, kolaborasi yang solid antara kampus, mahasiswa, UMKM, dan pemerintah akan menjadi kunci kesuksesan. Momentum positif yang telah tercipta dari peluncuran program ini diharapkan dapat terus dijaga dan dikembangkan untuk menciptakan dampak yang lebih luas dan berkelanjutan.
Sebagai institusi pendidikan, Kampus Medan kembali membuktikan komitmennya untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang terampil secara akademik, tetapi juga lulusan yang memiliki kepedulian sosial dan kemampuan untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat dan ekonomi lokal.